Cara Sukses dalam Wawancara LinkedIn
Saat ini, wawancara via LinkedIn telah menjadi praktik umum, terutama untuk perusahaan internasional, IT, digital, dan sektor B2B. Namun, banyak kandidat membuat kesalahan dengan menganggapnya sebagai wawancara Zoom atau telepon biasa.
Pada kenyataannya, LinkedIn bukan hanya saluran komunikasi. Ini adalah lingkungan di mana seorang perekrut mempelajari kandidat jauh sebelum pertanyaan pertama diajukan. Profil, aktivitas, gaya komunikasi, bahkan komentar — semua ini membentuk kesan pertama.
Oleh karena itu, untuk memahami bagaimana berhasil lulus wawancara via LinkedIn, Anda perlu mempersiapkan diri secara komprehensif.
Bagaimana perekrut mengevaluasi kandidat di LinkedIn sebelum wawancara
Salah satu wawasan utama dari HR adalah bahwa keputusan tentang kandidat terbentuk bahkan sebelum wawancara.
Perekrut memperhatikan:
- desain profil LinkedIn;
- headline dan deskripsi Tentang;
- relevansi pengalaman;
- aktivitas dan konten;
- gaya komunikasi dalam pesan.
Jika profil lemah, bahkan wawancara yang sempurna mungkin tidak dapat menyelamatkan situasi.
Mempersiapkan profil LinkedIn Anda sebelum wawancara
Mengapa profil adalah bagian dari wawancara
Sebelum melakukan wawancara online via LinkedIn, seorang perekrut hampir selalu membuka profil kandidat. Ini adalah langkah evaluasi wajib.
Penting:
- hapus formulasi umum;
- tambahkan hasil yang spesifik;
- gunakan kata kunci spesifik profesi;
- perbarui foto dan headline.
Profil harus memperkuat jawaban Anda, bukan bertentangan.
Bagaimana berkomunikasi dengan benar dengan perekrut di LinkedIn
Pesan pertama penting
Seringkali, undangan untuk wawancara di LinkedIn dimulai dengan korespondensi. Kesalahan yang dilakukan banyak kandidat adalah tanggapan yang terlalu formal atau sebaliknya, terlalu akrab.
Perekrut menyarankan:
- menulis singkat dan tepat sasaran;
- pertahankan nada seperti bisnis tapi hidup;
- konfirmasi minat pada lowongan;
- ajukan pertanyaan klarifikasi.
Komunikasi sudah menjadi bagian dari penilaian soft skills.
Format wawancara via LinkedIn: apa yang diharapkan
Wawancara via LinkedIn dapat mengambil berbagai format:
- korespondensi chat;
- panggilan audio;
- panggilan video;
- beberapa tahap wawancara online.
Seringkali, tahap pertama adalah percakapan singkat berdurasi 20–30 menit, yang tujuannya adalah memahami motivasi dan tingkat umum kandidat.
Pertanyaan perekrut dalam wawancara via LinkedIn
Pertanyaan apa yang paling sering diajukan
Berdasarkan pengalaman HR, pertanyaan dalam wawancara via LinkedIn berfokus pada:
- pengalaman profesional;
- studi kasus nyata;
- keterampilan komunikasi;
- kemampuan bekerja jarak jauh;
- motivasi dan tujuan.
Pertanyaan khas:
- "Mengapa Anda melamar khusus untuk posisi ini?"
- "Apa pencapaian profesional terkuat Anda?"
- "Bagaimana Anda menyelesaikan situasi kerja yang sulit?"
Bagaimana menjawab pertanyaan perekrut: saran HR
Fokus pada hasil
Perekrut mencatat bahwa kandidat sering berbicara tentang proses tetapi lupa tentang hasil.
Format jawaban terbaik:
- tugas;
- tindakan;
- hasil.
Ini membuat pengalaman Anda jelas dan terukur.
Penampilan dan perilaku dalam wawancara video
Bahkan jika wawancara dilakukan online via LinkedIn, persyaratan penampilan tetap relevan.
Rekomendasi perekrut:
- pakaian netral;
- latar belakang tenang;
- suara dan kamera yang bagus;
- nada percaya diri tetapi tidak tegang.
Format video memperkuat kesan — baik positif maupun negatif.
Kesalahan kandidat dalam wawancara via LinkedIn
Bahkan spesialis yang kuat sering membuat kesalahan khas:
- tidak meneliti perusahaan;
- tidak membaca deskripsi pekerjaan;
- bingung dengan pengalaman mereka sendiri;
- berperilaku terlalu pasif;
- tidak menanyakan pertanyaan kepada perekrut.
Perekrut mencatat: kurangnya pertanyaan adalah tanda peringatan.
Pertanyaan apa yang harus diajukan kepada perekrut
Untuk membuat kesan yang baik, penting untuk menunjukkan minat.
Pertanyaan yang sesuai:
- tentang tugas untuk bulan-bulan pertama;
- tentang kriteria keberhasilan;
- tentang tim;
- tentang format kerja.
Ini menunjukkan pendekatan profesional yang matang.
Setelah wawancara: apa yang harus dilakukan selanjutnya
Tindak lanjut adalah langkah penting
Sedikit orang yang menggunakan alat ini, tetapi pesan setelah wawancara di LinkedIn dapat memperkuat kesan.
Tindak lanjut singkat:
- terima kasih atas percakapannya;
- konfirmasi minat;
- klarifikasi langkah selanjutnya.
Ini dipersepsikan secara positif oleh perekrut.
Berapa lama menunggu respons setelah wawancara via LinkedIn
Timeline tergantung pada perusahaan, tetapi rata-rata:
- 3–5 hari kerja adalah kerangka waktu normal;
- hingga 7–10 hari dapat diterima;
- lebih dari dua minggu adalah alasan untuk dengan sopan mengingatkan mereka tentang diri Anda.
Penting untuk menjaga nada profesional dan kesabaran.
Kiat perekrut: bagaimana meningkatkan peluang Anda mendapatkan tawaran
Perekrut sepakat bahwa kandidat yang sukses:
- mempersiapkan diri untuk wawancara;
- mengetahui nilai mereka;
- tahu bagaimana berbicara tentang hasil;
- berkomunikasi secara memadai;
- menggunakan LinkedIn sebagai alat profesional.
Kesimpulan: bagaimana lulus wawancara via LinkedIn dengan percaya diri dan sukses
Wawancara via LinkedIn bukanlah stres tetapi peluang untuk menunjukkan sisi terbaik Anda. Yang penting di sini bukan hanya jawaban atas pertanyaan tetapi seluruh citra profesional Anda: profil, komunikasi, perilaku.
Jika Anda:
- telah mempersiapkan profil Anda;
- memahami persyaratan pekerjaan;
- tahu bagaimana berbicara tentang pengalaman Anda;
- melakukan dialog secara sadar —
peluang Anda mendapatkan tawaran via LinkedIn meningkat secara signifikan.
Layanan Kami untuk Streamer

Shopee
Layanan Kami untuk Pembuat Konten










